Sabtu, 26 Februari 2022

SKI IXC MTs

https://forms.gle/YiUbAfuwtXE7SsJXA

              

BAB VII
TOKOH PENYEBAR AGAMA ISLAM DI INDONESIA 
SYAIKH ABDUL RAUF AS-SINGKILI DAN SYAIKH MUHAMMAD ARSYAD AL-BANJARI

1.         Syaikh Abdur Rauf as-Singkili

     Nama aslinya adalah Abdur Rauf al-Fansuri yang lahir di kota Singkil. Beliau adalah orang pertama kali yang mengembangkan Tarekat Syattariyah di Indonesia.

Sekitar tahun 1640, beliau berangkat ke tanah Arab untuk mempelajari ilmu-ilmu keislaman. Abdur Rauf as-Singkili pernah bermukim di Mekah dan Madinah. Ia mempelajari Tarekat Syattariyah dari gurunya yang bernama Ahmad Qusasi dan Ibrahim al-Qur’ani. Kemudian, Abdur Rauf as-Singkili pernah menjadi Mufti Kerajaan Aceh ketika diperintah oleh Sultanah Safiatuddin Tajul Alam.

 

Abdur Rauf as-Singkili memiliki sekitar 21 karya dalam bentuk kitab-kitab tafsir, hadits, fiqh, dan tasawuf. Beberpa karyanya antara lain sebagai berikut.

a.   Kitab Tafsir yang berjudul Turjuman al Mustafid (Terjemah Pemberi Faedah), yakni merupakan kitab tafsir pertama yang dihasilkan di Indonesia.

b.  Umdat al Muhtajin, yaitu karya terpenting yang ditulis oleh Abdur Rauf as- Singkili. Buku ini terdiri dari 7 bab yang memuat tentang dzikir, sifat Allah dan Rasul-Nya, serta asal-usul ajaran mistik. Pada pembahasan di bab terakhir, beliau menceritakan tentang riwayat hidupnya dan gurunya.

c.   Mir’at at-Tullab fi Tahsil Ma’rifah Ahkam asy-Syar’iyah li al-Malik al-Wahab (Cermin bagi Penuntut Ilmu Fikih untuk Memudahkan Mengenal Segala Hukum Syariat). Kitab ini memuat berbagai masalah Madzhab Syafi’i yang merupakan panduan bagi para qadhi.

 

Abdur Rauf as-Singkili meninggal di Aceh. Beliau dikenal dengan sebutan Tengku Syiah Kuala. Sebagai penghargaan masyarakat Aceh kepada perjuangan beliau, maka namanya dijadikan sebagai nama perguruan tinggi di Aceh, yaitu Universitas Syiah Kuala. Kampus ini didirikan pada tahun 1961 di Banda Aceh.

Abdur Rauf as-Singkili memiliki sekitar 21 karya tulis yang terdiri dari kitab tafsir, hadits, fiqh, dan tasawuf. Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari lahir di Lok Gabang, Martapura, Kalimantan Selatan, pada tahun 1710 dari pasangan Abdullah dan Siti Aminah. Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari dikirim ke Makkah dan Madinah untuk belajar di sana selama lebih kurang 30 tahun. Sekembalinya dari tanah suci, hal pertama yang dilakukan Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari adalah membina kader-kader ulama dengan mendirikan “Kampung dalam Pagar”.

 

 

2.         Syaikh Muhammad Arsyad al Banjari

Muhammad Arsyad al-Banjari lahir di Lok Gabang, Martapura, Kalimantan Selatan pada tahun 1710. Beliau lahir dari pasangan Abdullah dan Siti Aminah. Setelah wafat, beliau dikenal dengan sebutan Datuk Kalampayan karena dimakamkan di Desa Kalampayan.

Ketika masih kanak-anak, beliau diadopsi oleh Sultan Tahlilullah untuk dididik secara tuntas. Bahkan, beliau dikirim ke Mekah dan Madinah untuk belajar di sana selama lebih kurang 30 tahun.

Sebelum berangkat ke tanah suci, beliau dinikahkan dengan seorang putri yang bernama Bajut sebagai sarana untuk mengikat perasaan dengan keluarga di tanah air. Di antara gurunya yang sangat berpengaruh adalah Syekh ‘Athaillah yang pernah memberikan izin kepada Muhammad Arsyad al-Banjari untuk mengajar dan memberi fatwa di Masjidil Haram. Selama belajar di tanah Suci ia berteman dengan para ulama, di antaranya sebagai berikut.

a.    Syaikh Abdus Samad al-Palimbani.

b.  Abdul Wahab Bugis dari Makassar yang kemudian menjadi menantunya (dinikahkan dengan Syarifah binti Muhammad Arsyad al-Banjari).

c.    Syaikh Abdurrahman Masri dari Jakarta.

 

Langkah pertama yang dilakukan Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari sekembalinya dari belajar di tanah suci adalah membina kader-kader ulama. Ia meminta kepada Sultan Tamjidillah sebidang tanah untuk dijadikan sebagai pusat pendidikan. Di tempat itu, dibangun rumah tinggal, ruang belajar, perpustakaan, serta asrama bagi para santri.

Berkat perjuangan keras beliau dengan dibantu menantunya akhirnya pusat pendidikan tersebut ramai dikunjungi para santri dari berbagai daerah. Tempat tersebut hingga

saat ini dikenal dengan nama “Kampung dalam Pagar”. Sebab, para santri yang belajar

dilarang meninggalkan tempat tersebut tanpa izin.

Muhammad Arsyad al-Banjari juga aktif menulis buku. Di antara karyanya yang terbesar adalah kitab yang berjudul Sabilul Muhtadin (Jalan Orang yang Mendapat Petunjuk). Karena keilmuan beliau yang luar biasa, Muhammad Arsyad al-Banjari mendapat julukan “Matahari Agama” dari Banjar.





Rabu, 23 Februari 2022

ski xic

Kamis, Februari 2022

GERAKAN PEMBARUAN DALAM ISLAM

Modernisasi dalam Islam atau yang kemudian terkenal dengan Pembaruan Islam muncul sebagai hasil dari interaksi dunia Islam dan dunia Barat. Dengan adanya kontak antara Islam dan Barat, umat Islam menyadari bahwa ternyata Barat telah melesat menjadi bangsa yang lebih maju dalam berbagai bidang, baik dari sisi politik, ekonomi, sains dan ilmu pengetahuan.

Jauh sebelum Barat menjadi bangsa yang modern, Islam telah terlebih dahulu tampil sebagai bangsa yang maju dalam bidang ilmu pengetahuan dan peradaban. Para ilmuwan- ilmuwan muslim telah membuat bangsa Barat berbondong-bondong belajar terhadap  ilmuwan muslim. Namun di abad XIX, dunia Islam dikejutkan oleh kehebatan sains dan industri yang dimiliki oleh Barat.

Betapapun inovasi yang dilakukan oleh ilmuwan muslim, para ulama atau pakar di zaman lampau tetap ada kekurangannya dan selalu dipengaruhi oleh kecenderungan, pengetahuan, situasi sosial, dan lain sebagainya. Paham-paham tersebut di masa sekarang mungkin masih banyak yang relevan dan masih dapat digunakan, tetapi mungkin sudah banyak yang tidak sesuai lagi. Sementara di sebagian dunia yang lain, mereka (Bangsa Barat) telah jauh lebih berkembang dan maju.

Runtuhnya Daulah Islamiyah tidak serta merta menghilangkan ulama-ulama yang masih terus bertahan dengan keteguhan ilmunya, sehingga keberlangsungan dinamika ilmiah masih terus berkembang. Namun suasana politik dan dinamika sosial yang berkembang turut mempengaruhi kecenderungan para ulama dalam membuahkan karya-karya mereka. Para ulama cenderung kurang produktif dalam menuangkan ide-ide ilmiahnya.

Kondisi Ekonomi dunia Islam yang cenderung terpuruk karena imperialisme bangsa Barat menambah berat laju perkembangan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam. Perilaku manusia yang sudah cenderung hedonis sedikit demi sedikit mengikis keyakinan dan ketaatan terhadap Allah Swt. Umat Islam banyak yang cenderung memilih untuk melanjutkan kelangsungan hidupnya masing-masing.

Keterpurukan umat Islam pada masa penjajahan tidak boleh berlangsung berkepanjangan. Umat Islam harus bangkit, umat Islam harus sadar untuk menatap kembali masa depan yang lebih baik mengikuti tuntunan yang sudah digariskan dalam Al-Qur`an dan Hadis. Umat Islam jangan sampai lalai dengan kejayaan dan kemajuan yang pernah diraih, jauh pada masa sebelumnya. Umat Islam harus melakukan perubahan dan pembaruan untuk mewujudkan dinamika Islam yang lebih modern.

 A.            Pengertian Pembaruan

Pembaruan dalam Islam adalah upaya-upaya untuk menyesuaikan paham keagamaan Islam dengan perkembangan baru yang ditimbulkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Dalam bahasa Arab, gerakan pembaruan Islam disebut tajdid. Secara harfiahtajdid berarti pembaruan dan pelakunya disebut mujaddid. Islam sebenarnya telah memiliki tradisi pembaruan karena ketika menemukan masalah baru, kaum muslim segera memberikan jawaban yang didasarkan atas doktrin- doktrin dasar kitab dan sunnah. Rasulullah pernah mengisyaratkan bahwa “sesungguhnya Allah akan mengutus kepada umat ini (Islam) pada permulaan setiap abad orang-orang

yang akan memperbaiki, memperbaharui, agamanya” (HR. Abu Daud).

Istilah pembaruan baru terkenal dan populer setelah munculnya semangat pemikiran dan gerakan pembaruan Islam, menyusul kontak politik dan intelektual  dengan Barat. Tepatnya abad XVIII, pada waktu itu baik secara politis maupun secara intelektual, Islam telah mengalami kemunduran, sedangkan Barat dianggap telah maju dan modern. Kondisi seperti itu menuntut umat Islam untuk melakukan pembaruan dalam berbagai bidang.

Istilah tajdid itu sendiri memiliki arti lain yang lebih luas, di antaranya adalah reformasipurifikasimodernisme dan sebagainya. Istilah yang beragam itu mengindikasikan bahwa hal itu terdapat variasi entah pada aspek metodologi, doktrin maupun solusi, dalam gerakan tajdid yang muncul di dunia Islam.

Gerakan pembaruan Islam dapat ditelusuri akarnya pada doktrin Islam itu sendiri. Gerakan pembaruan mendapatkan momentum ketika Islam berhadapan dengan modernitas pada abad ke-19. Kontak langsung antara Islam dan modernitas yang berlangsung sejak Islam sebagai kekuatan politik mulai merosot pada abad ke-18 merupakan agenda yang menyita banyak energi di kalangan intelektual muslim.

 

B.             Biografi Tokoh-tokoh Pembaruan Dalam Islam

Berikut ini adalah biografi tokoh-tokoh pembaru dalam Islam:

1.Muhamamd Ali Pasha (1765-1849 M)

Muhammad Ali Pasha lahir bulan Januari 1765 di Kawalla Albania Yunani dekat pantai Macedonia dan meninggal di Mesir pada tahun 1849. Negeri ini telah menjadi bagian negara Daulah Usmani sejak ditaklukkannya oleh Sultan Muhammad II al-Fatih pada tahun 857 H/1453 M dan baru dapat melepaskan diri. dari kekuasaan Istanbul pada tahun 1245/1829 M. Ayah Muhammad Ali Pasha bernama Ibrahim Agha, seorang imigran Turki, kelahiran Yunani. Sejak kecil, Muhammad Ali Pasha memiliki keterampilan dan kecerdasan luar biasa.

Dalam perjalanan kariernya, banyak usaha yang dilakukan untuk memperbaharukan atau memodernisir keadaan umat Islam yang telah jauh tertinggal dari negara-negara Barat. Setelah besar ia bekerja sebagai pemungut pajak, karena kecakapannya dalam pekerjaannya ini ia menjadi kesayangan Gubernur Daulah Usmani setempat, akhirnya ia diangkat sebagai menantu oleh gubernur tersebut dan mulai dari waktu itu kariernya semakin meningkat.

Muhammad Ali Pasha diangkat menjadi menantu Gubernur Usmani di tempatnya bekerja. Setelah masuk dalam dinas militer, ia juga menunjukkan kecakapan dan kesanggupan sehingga pangkatnya cepat naik menjadi perwira. Ketika pergi ke Mesir ia mempunyai kedudukan wakil perwira yang memimpin pasukan yang dikirim dari daerahnya. Setelah tentara prancis keluar dari Mesir di tahun 1801. Muhammad Ali Pasha turut memainkan peran penting dalam dunia politik.

Muhammad Ali Pasha mewariskan peninggalan yang megah di perbukitan Jabal Muqatam. Dengan mengerahkan desainer Yunani bernama Yusuf Bushnak akhirnya berhasil membuat Masjid indah dengan corak menara Turki yang berwarna putih perak. Masjid tersebut terbuat dari bahan marmer yang menawan, penduduk Mesir menamainya sebagai masjid Alabaster. Muhammad Ali Pasha meninggal dunia pada tahun 1849 M di Alexandria kemudian jenazahnya dimakamkan di komplek masjid Alabaster.

 

2.                               Jamaluddin Al-Afghani (1838-1897 M)

JamaluddinAl-Afghani dilahirkan di Asadabad, dekat Kanar di Distrik Kabul, Afghanistan, pada tahun 1838 M (1254 H). Al-Afghani menghabiskan masa kecilnya di Afghanistan, namun banyak berjuang di Mesir, India bahkan Perancis. Dalam usia 18 tahun, Al-Afghani tidak hanya menguasai ilmu keagamaan tetapi juga mendalami filsafah, hukum, sejarah, metafisika, kedokteran, sains, astronomi dan astrologi.

Jamaluddin al-Afghani adalah salah seorang pemimpin pergerakan Islam pada akhir abad XIX. Ayah Afghani, adalah Sayyid Sand, dikenal dengan gelar Shadar Al-Husaini. Ayahnya tergolong bangsawan terhormat dan mempunyai hubungan nasab dengan Hussein Ibn Ali r.a., dari pihak Ali At-Tirmizi, seorang

perawi hadis. Oleh karena itu, pada nama depan Jamaluddin Al-Afghani diberi tambahan Sayyid.

Al-Afghani melanjutkan belajar ke India selama satu tahun. Di India Afghani menekuni sejumlah ilmu pengetahuan melalui metode modern. Didorong keyakinannya, Al-Afghani melanglang buana ke berbagai negara. Dari India, Al- Afghani melanjutkan perjalanan ke Mekkah untuk menunaikan ibadah haji. Sepulangnya ke Kabul Al-Afghani diminta penguasa Afghanistan Pangeran Dost Muhammad Khan, untuk membantunya. Tahun 1864, Al-Afghani diangkat menjadi penasehat Shir Ali Khan, dan beberapa tahun kemudian diangkat menjadi Perdana Menteri oleh Muhammad A’zam Khan. Namun karena campur tangan Inggris, Al- Afghani akhirnya meninggalkan Kabul ke Mekkah. Inggris menilai Al-Afghani sebagai tokoh berbahaya karena ide-ide pembaruannya, oleh karenanya pihak Inggris terus mengawasinya.

 3.                               Muhammad Abduh (1849 – 1905 M)

Muhammad Abduh lahir di pedusunan delta Nil Mesir pada tahun 1849. Keluarganya terkenal berpegang teguh kepada ilmu dan agama. Dalam usia 12 tahun Muhammad Abduh telah hafal al-Qur’an. Kemudian, pada usia 13 tahun ia dibawa ke Tanta untuk belajar di Masjid Al-Hamdi. Masjid ini sering disebut Masjid Syeikh Ahmad, yang kedudukannya dianggap sebagai level kedua setelah Al-Azhar.Di masjid ini Muhammad Abduh menghapal dan belajar al-Qur’an selama 2 tahun.

Pada saat Muhammad Abduh berumur 16 tahun, tepatnya pada tahun 1865, Muhammad Abduh menikah dan bekerja sebagai petani. Namun hal itu hanya berlangsung selama 40 hari, karena kemudiania pergi ke Tanta untuk belajar kembali. Pamannya, seorang Syekh (guru spiritual) Darwisy Khadr seorang ulama shufi dari Tarekat Syadzili telah membangkitkan kembali semangat belajar dan antusiasme Abduh terhadap ilmu dan agama.

Syeikh ini mengajarkan kepadanya disiplin etika dan moral serta praktek kezuhudan tarekat nya. Meski Muhammad Abduh tidak lama bersama Syeikh Darwisy, sepanjang hidupnya Muhammad Abduh tetap tertarik kepada kehidupan ruhaniah tasawuf. Namun kemudian dia jadi kritis terhadap banyak bentuk lahiriah dan ajaran tasawuf, dan karena kemudian dia memasuki kehidupan Jamaluddin Al- Afghani yang karismatis itu.

Tahun 1866 Muhammad Abduh meninggalkan isteri dan keluarganya menuju Kairo untuk belajar di Al-Azhar. Tiga tahun setelah Muhammad Abduh di Al-Azhar,

Jamaluddin Al-Afghani datang ke Mesir. Di bawah bimbingan Al-Afghani, Muhammad Abduh mulai memperluas studinya sampai meliputi filsafat dan ilmu sosial serta politik. Sekelompok pelajar muda Al-Azhar bergabung bersamanya, termasuk pemimpin Mesir di kemudian hari, Sa’dZaghlul. Al-Afghani aktif memberikan dorongan kepada murid-muridnya ini untuk menghadapi intervensi Eropa di negeri mereka dan pentingnya melihat umat Islam sebagai umat yang satu.

Muhammad Abduh meninggal pada tanggal 11 Juli 1905. Banyaknya orang yang memberikan hormat di Kairo dan Alexandria, membuktikan betapa besar penghormatan orang kepada dirinya. Meskipun Muhammad Abduh mendapat serangan sengit karena pandangan dan tindakannya yang reformatif, terasa ada pengakuan bahwa Mesir.

 

4.                               Muhammad Rasyid Ridha (1865 - 1935 M)

Muḥammad Rasyid Rida lahir di Qalamun, Lebanon dekat dengan Tripoli (Suriyah), 27 Jumadil Ula 1282 H, atau 23 September 1865 M, nama lengkapnya adalah Muhammad Rasyid bin Ali Ridha bin Syamsuddin bin Baha'uddin Al- Qalmuni Al-Husaini. Ia dilahirkan dan dibesarkan di lingkungan keluarga terhormat dan taat beragama. Rasyid Ridha memulai pendidikan dengan membaca Al-Qur'an, menulis dan berhitung di kampungnya, Qalamun, Suriyah.

Muhammad Rasyid Ridha masuk ke Madrasah ar-Rasyidiyah, yaitu sekolah milik pemerintah di Tripoli untuk belajar ilmu bumi, ilmu berhitung, ilmu bahasa, seperti nahwu dan saraf (ilmu tata bahasa Arab); dan ilmu-ilmu agama, seperti akidah dan ibadah. Ketika berumur 18 tahun, Ridha kembali melanjutkan studinya dan sekolah yang dipilihnya adalah Madrasah al-Wathaniyyah al-Islamiyyah yang didirikan Syekh Husain al-Jisr.

Syekh Husain al-Jisr, dikenal sebagai seorang yang sangat berjasa dalam menumbuh kembangkan semangat ilmiah dan ide pembaruan dalam diri Rasyid Ridha di kemudian hari. Di antara pikiran-pikiran gurunya yang sangat mempengaruhi ide pembaruan Rasyid Ridha adalah, satu-satunya jalan yang harus ditempuh umat Islam untuk mencapai kemajuan adalah memadukan pendidikan agama dan pendidikan umum.

Rasyid Ridha juga seorang pengikut Thareqat Naqsyabandiyah. Berdasarkan pengalamannya di dunia tarekat , ia menyimpulkan bahwa ajaran-ajaran tarekat  yang berlebihan dalam cara beribadat dan pengkultusan seorang guru membuat seseorang mempunyai sikap statis dan pasif.

Rasyid Ridha meninggal di Mesir, 22 Agustus 1935 M (1354 H). Kemudian dimakamkan Kairo, Mesir, bersebelahan dengan makam gurunya, Muhammad Abduh

 

5.                               Muhammad Iqbal (1877 – 1938 M)

Muhammad Iqbal terlahir di Sialkot, Punjab, India, 9 November 1877. Leluhurnya termasuk dari kalangan kasta Brahmana dari Kashmir yang telah memeluk agama Islam sekitar tiga abad sebelum Iqbal lahir.Muhammad Iqbal terkenal sebagai seorang sastrawan, filsuf, sekaligus negarawan pada abad XX.

Muhammad Iqbal berkelana belajar ke Eropa selama tiga tahun; mulai dari Cambridge bersama seorang filosof neo-Hegelian, JME McTaggert, kemudian di Heidelberg dan terakhir di Munich. Dia meninggalkan Eropa dengan gelar sarjana hukum dari Inggris dan gelar doktor dari Jerman dengan tesis tentang Mistisisme Persia. Fakta yang lebih penting adalah dia menguasai pemikiran Eropa secara mendalam, sejak teologi Thomas Aquinas hingga filsafat Henri-Louis Bergson dan Nietzsche.

Dalam sastra Urdu, Muhammad Iqbal merupakan salah satu tokoh yang penting. Karya-karnya banyak ditulis dalam bahasa Urdu dan Persia. Sarjana-sarjana sastra Pakistan, India bahkan Indonesia banyak yang mengakui dan mengagumi karya-karya Muhammad Iqbal.The Reconstuction of Religious Thought in Islam (terbitan Lahore, 1951) dapat dikatakan sebagai karya pamuncaknya. Di sanalah, percik-percik gagasannya memancar dan terus menginspirasi hingga sekarang.

Selama bertahun-tahun Muhammad Iqbal memberikan pengaruh yang sangat besar pada perselisihan budaya, sosial, religius dan politik. Muhammad Iqbal meninggal di Lahore, 21 April 1938 pada umur 60 tahun.

 Selamat belajar tolong jangan lupa isi absen di bawah ini

Absensi kehadiran kelas XI C MA

ski xii MA

 Kamis 25 Februari 2022

   

Pemikiran Tokoh-tokoh Pembaruan Dalam Islam

Muhamamd Ali Pasha (1765-1849 M)

MuhammadAli Pasha melakukan pembenahan ekonomi dan militer di Mesir. Atas saran para penasihatnya, ia juga melakukan program pengiriman tentara untuk belajar di Eropa. Pemerintahan Muhammad Ali Pasha menandai permulaan diferensiasi yang sebenarnya antara struktur politik dan ke agamaan di Mesir.Muhammad Ali berkuasa penuh. Ia telah menjadi wakil Sultan dengan resmi . di Mesir dan rakyat sendiri tidak mempunyai organisasi dan kekuatan untuk menentang kekuasannya.

Muhammad Ali Pasha mendapatkan kepercayaan sebagai pemimpin militer pada era Daulah Usmani dan menjadi seorang pemimpin tersohor kebanggaan negara Mesir, terutama dalam merevolusi negara tersebut menjadi sebuah negara industri dan modern. Bahkan, orang Mesir sendiri mengenalnya sebagai seorang pahlawan. Walaupun tidak dilahirkan di Mesir dan tidak berbahasa Arab, namun keinginannya untuk membangun dan meningkatkan sumber penghasilan ekonomi bagi negara Mesir sangat besar. Inisiatif, visi dan semangat yang dimilikinya tak mampu ditandingi pahlawan-pahlawan lain yang sezaman dengannya.

MuhammadAli Pasha adalah pendiri Daulah Mesir yang keturunannya memerintah Mesir sampai tahun 1952. Kemunculannya di Mesir tahun 1799 sebagai salah seorang di antara 300 orang anggota pasukan yang dikirim Albania atas perintah Sultan Usmani untuk mengusir Perancis. Pada awalnya ia berkedudukan sebagai penasehat komandan pasukan Albania, karena kecakapannya dalam memimpin maka ia diangkat menjadi komandan penuh.Setelah berhasil mengusir Napoleon dari Mesir, ia diangkat menjadi jendral tahun 1801. Pada bulan Nopember 1805 ia menjadi penguasa di Mesir dan bulan April 1806 ia diangkat menjadi Wali Negara Mesir dengan gelar Pasha.

Beberapa pembaruan yang dilakukan Muhammad Ali Pasha:

1.    Dalam Bidang Militer

Pada tahun 1815 M untuk pertama kalinya Mesir mendirikan Sekolah Militer yang sebagian besar instrukturnya didatangkan dari Eropa. Tidak hanya itu, namun ia juga banyak mengimpor persenjataan buatan Eropa seperti buatan Jerman atau Inggris. Terinspirasi oleh pelatihan militer bangsa Eropa, Muhammad Ali Pasha kemudian melatih militernya berdasarkan Nidzam al- Jadidatau bisa disebut dengan peraturan baru. Tentara Mesir diatur dengan disiplin dan mulai memperkuatkannya dengan menjadikan para petani luar daerah untuk mengikuti wajib militer. Upaya itu ternyata cukup berhasil untuk menjadikan kekuatan militer Mesir semakin berkembang.

 

2.    Bidang Ekonomi dan Sosial

Untuk meningkatkan perkembangan ekonomi Muhammad Ali Pasha juga membangun sistem irigasi, sehingga hasil pertanian menjadi lebih baik. Usaha Muhammad Ali Pasha yang hebat adalah menyelesaikan pembangunan sebuah terusan kuno yang menghubungkan antara Alexandria dengan sungai Nil. Menurut beberapa sumber, upaya tersebut diawali dengan penggalian yang mengerahkan kurang lebih 100.000 petani Mesir.

3.    Dalam Bidang Pendidikan

Muhammad Ali Pasha menaruh perhatian besar pada perkembangan ilmu pengetahuan. Hal ini terbukti dengan dibentuknya kementerian pendidikan. Setelah itu didirikan Sekolah Militer tahun 1815 M, Sekolah Teknik tahun 1816 M, Sekolah Kedokteran tahun 1827 M, Sekolah Pertanian dan Apoteker tahun 1829 M, Sekolah Pertambangan tahun 1834 M dan Sekolah Penerjemah tahun 1839 M.Selain itu, ia juga banyak mengirim pelajar ke Perancis untuk belajar pengetahuan berupa sains dan teknologi Barat di Perancis.

Menurut catatan sejarah ia mengirim 311 pelajar Mesir ke Italia, Perancis, Inggris dan Austria dengan mengambil disiplin keilmuan yang beragam seperti kemiliteran, ilmu administrasi, arsitek, kedokteran dan obat-obatan. Selain mendirikan beberapa sekolah dan mengirim pelajar ke luar Muhammad Ali Pasha juga melakukan penerjemahan buku-buku terbitan Eropa dalam skala yang besar. Dalam program penerjemahan tersebut Muhammad Ali Pasha menunjuk Rifa`ah At-Tahtawi. Dalam masa kepemimpinan Rifa’ah, sekolah penterjemah berkembang lebih baik dengan menggencarkan penterjemahan buku-buku Barat, seperti buku filsafat, ilmu militer, ilmu fisika, ilmu bumi, logika, antropologi, ilmu politik dan lain sebagainya.Muhammad Ali Pasha menerbitkan majalah al-Waqa'i al-Mishriyah (Berita Mesir) berbahasa Arab pertama kalinya pada tahun 1828 M. Majalah ini merupakan majalah resmi yang diterbitkan oleh pemerintah.

 

Jamaluddin Al-Afghani

Kembalinya Jamaluddin Al-Afghanike India untuk kedua kalinya setelah pergi meninggalkan Mesir karena ketidaksenangan Inggris yang telah menghasut kaum teolog untuk melawan Jamaluddin Al-Afghaniatas kegiatan-kegiatannya yang menyebabkan banyaknya orang Kristen yang masuk Islam. Di sini, Al- Afghanimenuliskan risalah yang sangat terkenal,Risalah fi Ar-Radd al- Masihiyah(Pembuktian Kesalahan Kaum Materialis), risalah ini menimbulkan gejolak besar kalangan materialis.

Jamaluddin al-Afghani pernah menerbitkan jurnal Al-Urwah Al-Wutsqa yang mengecam keras Barat. Jurnal tersebut juga dikenal sebagai jurnal anti penjajahan, yang diterbitkan di Paris. Jurnal ini segera menjadi barometer perlawanan imperialisme dunia Islam yang merekam komentar, opini, dan analisis bukan saja dari tokoh-tokoh Islam dunia, tetapi juga ilmuwan-ilmuwan barat yang penasaran dan kagum dengan kecemerlangan Al-Afghani.Pada tahun 1889, Al-Afghani diundang ke Persia untuk suatu urusan persengketaan politik antara Persia dengan Rusia. Bersamaan dengan itu al-Afghani melihat ketidakberesan politik dalam negeri Persia sendiri. Karenanya, Jamaluddin Al-Afghani menganjurkan perombakan sistem politik yang masih otokratis.Kontribusi al-Afghani yang lain adalah perlawanan terhadap kolonial barat yang menjajah negeri-negeri Islam.Dalam rangka usaha membangkitkan semangat umat Islam serta pengembalian keutuhan umat Islam, Al-Afghanimenganjurkan pembentukan suatu ikatan politik yang mempersatukan seluruh umat Islam berupa gerakan Pan- IslamismePan-Islamisme menghendaki persatuan umat Islam sebagai kekuatan bersama untuk membebaskan dirinya dari penjajahan dan membangun kekuatan bersama.

Al-Afghani adalah sosok yang mengabdikan dirinya untuk mengingatkan dan membangkitkan dunia Islam, yang menurutnya harus meninggalkan perselisihan dan berjuang bersama. Beliau juga membangkitkan semangat nasionalisme di negara- negara yang pernah di kunjunginya, sehingga Al-Afghani mendapat julukan sebagai bapak Nasionalisme Islam.

Ikatan tersebut, yang didasarkan atas solidaritas akidah Islam, bertujuan membina kesetiakawanan dan pesatuan umat Islam dalam perjuangan; pertama, menentang sistem pemerintahan yang dispotik atau sewenang-wenang, dan menggantikannya dengan sistem pemerintahan yang berdasarkan musyawarah seperti yang diajarkan Islam, hal ini juga berarti menentang sistem pemerintahan Usmaniyah yang absolutKedua, menentang kolonialisme dan dominasi Barat.

Al-Afghanimenilai penyebab kemunduran di dunia Islam, adalah tidak adanya keadilan dan syura (dewan) serta tidak setianya pemerintah pada konstitusi dikarenakan pemerintahan yang sewenang-wenang, inilah alasan mengapa pemikir di negara-negara Islam di timur tidak bisa mencerahkan masyarakat tentang intisari dan kebaikan dari pemerintahan republik.

Bagi Al-Afghani, pemerintah rakyat adalah “pemerintahan yang terbatas”, pemerintahan yang yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, dan karenanya merupakan lawan dari pemerintahan absolut. Merupakan suatu pemerintah yang berkonsultasi dalam mengatur, membebaskan dari beban yang diletakkan pemerintahan despotik dan mengangkat dari keadaan membusuk ke tingkat kesempurnaan.

Dua tujuan pokok  Jamaludiin Al Afghani :

    1.                                    semangat baru di Timur sehingga ia menghidupkan kembali kebudayaan, ilmu pengetahuan, pendidikan, kebersihan agamanya yang kaya, sehingga membebaskan kepercayaannya dari dunia mistik, dan menjernihkan moralnya dari apa yang telah terkumpul di sekitar mereka dan kemudian kembali kepada kekuasaan dan landasan yang pernah mereka pegang dan miliki.

2.      Melawan dominasi asing (Imperialisme Barat) sehingga negara-negara Timur dikembalikan kepada kemerdekaannya, yang diperkuat oleh ikatan kebersamaan untuk menghalau bahaya yang datang dari bangsa Barat.

Muhammad Abduh

Ide-ide Pembaruan Muhammad Abduh;

Faktor Utama Kemunduran Umat Islam adalah JumudMuhammad Abduh berpandangan bahwa penyakit yang melanda negara- negara Islam adalah adanya kerancuan pemikiran agama di kalangan umat Islam sebagai konsekuensi datangnya peradaban Barat dan adanya tuntutan dunia Islam modern. Sebab yang membawa kemunduran umat Islam adalah bukan karena ajaran Islam itu sendiri, melainkan adanya sikap jumud di tubuh umat Islam. Menurut Muhammad Abduh Al-Islamu mahjubun bil musliminJumud yaitu keadaan membeku/statis, sehingga umat tidak mau menerima perubahan, yang dengannya membawa bibit kepada kemunduran umat saat ini (al-Jumud ‘illatun tazawwul).Seperti dikemukakan Muhammad Abduh dalam al-Islam baina al-’Ilm wa al-Madaniyyah, dijelaskan bahwa sikap jumud dibawa ke tubuh Islam oleh orang- orang yang bukan Arab, yang merampas puncak kekuasaan politik di dunia Islam. Mereka juga membawa faham animisme, tidak mementingkan pemakaian akal, jahil dan tidak kenal ilmu pengetahuan. Rakyat harus dibutakan dalam hal ilmu pengetahuan agar tetap bodoh.

Bidang Masalah Ijtihad

Muhammad Abduh banyak menonjolkan pemikiran Ibn Taimiyyah tentang Ibadah dan Muamalah. Bahwa ajaran-ajaran yang terdapat dalam Qur’an dan hadis bersifat tegas, jelas dan terperinci. Sebaliknya, ajaran-ajaran mengenai hidup kemasyarakatan umat hanya merupakan dasar-dasar dan prinsip umum tidak terperinci, serta sedikit jumlahnya. Oleh karena sifatnya yang umum tanpa perincian, maka ajaran tersebut dapat disesuaikan dengan zaman. Penyesuaian dasar-dasar itu dengan situasi modern dilakukan dengan mengadakan interpretasi baru. Untuk itu, Ijtihad perlu dibuka. Dalam kitab  Tarikh Hashri al-Ijtihad dikutip pendapat ‘Abduh mengenai ijtihad sebagai berikut:“Sesungguhnya kehidupan sosial manusia selalu mengalami perubahan, selalu terdapat hal-hal baru yang belum pernah ada pada zaman sebelumnya. Ijtihad adalah jalan yang telah ada dalam syariat Islam sebagai sarana untuk menghubungkan hal-hal baru dalam kehidupan manusia dengan ilmu-ilmu Islam, meskipun ilmu-ilmu Islam telah dibahas seluruhnya  oleh  para  ulama  terdahulu. ”

Selanjutnya, menurut Muhammad Abduh, untuk orang yang telah memenuhi syarat ijtihad di bidang muamalah dan hukum kemasyarakatan bisa didasarkan langsung pada Alquran dan Hadis dan disesuaikan dengan zaman. Sedangkan ibadah tidak menghendaki perubahan menurut zaman.

Pendapat tentang dibukanya pintu ijtihad bukan semata-mata pada hati tetapi pada akal. Al-Qur'an memberikan kedudukan yang tinggi bagi akal. Islam, menurutnya adalah agama rasional. Mempergunakan akal adalah salah satu dasar Islam. Iman seseorang takkan sempurna tanpa akal. Agama dan akal yang pertama kali mengikat tali persaudaraan.

Bidang Ilmu Pengetahuan Islam (Pendidikan)

Seperti dikutip Fazlur Rahman, Muhammad Abduh menyatakan bahwa ilmu pengetahuan modern banyak berdasar pada hukum alam (sunnatullah, yang tidak bertentangan dengan Islam yang sebenarnya). Sunnatullah adalah ciptaan Allah SWT. Wahyu juga berasal dari Allah. Jadi, karena keduanya datang dari Allah, tidak dapat bertentangan satu dengan yang lainnya. Islam mesti sesuai dengan ilmu pengetahuan modern dan, yang modern mesti sesuai dengan Islam, sebagaimana zaman keemasan Islam yang melindungi ilmu pengetahuan.Dengan penuh semangat, Muhammad Abduh menyuarakan penggalian sains dan penanaman semangat ilmiah Barat. Kemajuan Eropa karena belahan dunia ini telah mengambil yang terbaik dari ajaran Islam. Islam pasti mampu beradaptasi dengan dunia modern. Muhammad Abduh ingin membuktikan bahwa Islam adalah agama rasional yang dapat menjadi basis kehidupan modern.

Sebagai konsekuensi dari pendapatnya, Muhammad Abduh berupaya untuk memperbarui pendidikan dan pelajaran modern, yang dimaksudkan agar para ulama kelak tahu kebudayaan modern dan mampu menyelesaikan persoalan modern. Pendidikan adalah hal terpenting dalam kehidupan manusia dan dapat merubah segala sesuatu.Muhammad Abduh memperjuangkan sistem pendidikan fungsional yang bukan impor, yang mencakup pendidikan universal bagi semua anak, laki-laki dan perempuan. Semuanya harus punya kemampuan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung. Semuanya harus mendapat pendidikan agama, yang mengabaikan perbedaan sektarian dan menyoroti perbedaan antara Kristen dan Islam.Isi dan lama pendidikan haruslah beragam, sesuai dengan tujuan dan profesiMuhammad Abduh percaya bahwa anak petani dan tukang harus mendapat pendidikan minimum, agar mereka dapat meneruskan jejak ayah mereka. Kurikulum sekolah ini harus meliputi: (1) buku ikhtisar doktrin Islam yang berdasarkan ajaran Sunni dan tidak menyebut-nyebut perbedaan sektarian;

(2) teks ringkas yang memaparkan secara garis besar fondasi kehidupan etika dan moral dan menunjukkan mana yang benar dan yang salah; dan (3) teks ringkas sejarah hidup Nabi Muhammad Saw, kehidupan shahabat, dan sebab-sebab kejayaan Islam.

Sedangkan untuk sekolah menengah haruslah mereka yang ingin mempelajari syariat, militer, kedokteran, atau ingin bekerja ada pemerintah. Kurikulumnya haruslah meliputi, antara lain: (1) buku yang memberikan pengantar pengetahuan, seni logika, prinsip penalaran; (2) teks tentang doktrin, yang menyampaikan soal-soal seperti dalil rasional, menentukan posisi tengah dalam upaya menghindarkan konflik, pembahasan lebih irnci mengenai perbedaan antara Kristen dan Islam, dan keefektifan doktrin Islam dalam membentuk kehidupan di dunia dan akherat; (3) teks yang menjelaskan mana yang benar dan salah, penggunaan nalar dan prinsip-prinsip doktrin; serta (4) teks sejarah yang meliputi berbagai penaklukan dan penyebaran Islam.

Adapun pendidikan yang lebih tinggi lagi untuk guru dan kepala sekolah, dengan kurikulum yang lebih lengkap, mencakup: (1) tafsir al-Qur’an; (2) ilmu bahasa dan bahasa Arab; (3) ilmu hadis; (4) studi moralitas (etika); (5) prinsip- prinsip fiqh; (6) seni berbicara dan meyakinkan; dan (7) teologi dan pemahaman doktrin secara rasional.

                       3.                 Bidang Keluarga dan Wanita

Menurut Muhammad Abduh, pondasi terpenting dari masyarakat baru adalah individu. Umat terdiri dari unit-unit keluarga. Kalau unit-unit ini tidak memberikan lingkungan yang sehat dan fungsional bagi perkembangan individu di dalamnya, maka pondasi masyarakat akan runtuh.

Menurut Muhammad Abduh, jika wanita memang punya kualitas pemimpin dan kualitas membuat keputusan, maka keunggulan pria tak berlaku lagi. Muhammad Abduh juga berpendapat bahwa, penyebab perpecahan atau fitnah dalam masyarakat adalah karena pria mengumbar hawa nafsunya.


Latihan

tulis ringkasa pemikiran dari M Ali Pasha, Jamaluddin Al afghani dan Muhammmad Abdu kemudian kirim ke no saya

Jumat, 18 Februari 2022

Aqidah Akhlak XIMA



Assalamualaikum wr wb
Selamat pagi anak2 semoga hari ini semua dalam keadaan sehat wal Afiat
Untuk pembelajaran daring hari ini tentang kematian dan kehidupan alam barzah
Silahkan buka LKS kalian 
  • Bab VIII - Kematian dan Kehidupan di Alam Barzah
 bacalah dan pelajari jika tidak faham wa saya jangan lupa klik absensi di bawah ini selamat belajar


Absensi kehadiran 

Sabtu, 12 Februari 2022

SKI 9C


13 Februari 2022

              

BAB VII
TOKOH PENYEBAR AGAMA ISLAM DI INDONESIA 
SYAIKH ABDUL RAUF AS-SINGKILI DAN SYAIKH MUHAMMAD ARSYAD AL-BANJARI

1.         Syaikh Abdur Rauf as-Singkili

     Nama aslinya adalah Abdur Rauf al-Fansuri yang lahir di kota Singkil. Beliau adalah orang pertama kali yang mengembangkan Tarekat Syattariyah di Indonesia.

Sekitar tahun 1640, beliau berangkat ke tanah Arab untuk mempelajari ilmu-ilmu keislaman. Abdur Rauf as-Singkili pernah bermukim di Mekah dan Madinah. Ia mempelajari Tarekat Syattariyah dari gurunya yang bernama Ahmad Qusasi dan Ibrahim al-Qur’ani. Kemudian, Abdur Rauf as-Singkili pernah menjadi Mufti Kerajaan Aceh ketika diperintah oleh Sultanah Safiatuddin Tajul Alam.

 

Abdur Rauf as-Singkili memiliki sekitar 21 karya dalam bentuk kitab-kitab tafsir, hadits, fiqh, dan tasawuf. Beberpa karyanya antara lain sebagai berikut.

a.   Kitab Tafsir yang berjudul Turjuman al Mustafid (Terjemah Pemberi Faedah), yakni merupakan kitab tafsir pertama yang dihasilkan di Indonesia.

b.  Umdat al Muhtajin, yaitu karya terpenting yang ditulis oleh Abdur Rauf as- Singkili. Buku ini terdiri dari 7 bab yang memuat tentang dzikir, sifat Allah dan Rasul-Nya, serta asal-usul ajaran mistik. Pada pembahasan di bab terakhir, beliau menceritakan tentang riwayat hidupnya dan gurunya.

c.   Mir’at at-Tullab fi Tahsil Ma’rifah Ahkam asy-Syar’iyah li al-Malik al-Wahab (Cermin bagi Penuntut Ilmu Fikih untuk Memudahkan Mengenal Segala Hukum Syariat). Kitab ini memuat berbagai masalah Madzhab Syafi’i yang merupakan panduan bagi para qadhi.

 

Abdur Rauf as-Singkili meninggal di Aceh. Beliau dikenal dengan sebutan Tengku Syiah Kuala. Sebagai penghargaan masyarakat Aceh kepada perjuangan beliau, maka namanya dijadikan sebagai nama perguruan tinggi di Aceh, yaitu Universitas Syiah Kuala. Kampus ini didirikan pada tahun 1961 di Banda Aceh.

Abdur Rauf as-Singkili memiliki sekitar 21 karya tulis yang terdiri dari kitab tafsir, hadits, fiqh, dan tasawuf. Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari lahir di Lok Gabang, Martapura, Kalimantan Selatan, pada tahun 1710 dari pasangan Abdullah dan Siti Aminah. Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari dikirim ke Makkah dan Madinah untuk belajar di sana selama lebih kurang 30 tahun. Sekembalinya dari tanah suci, hal pertama yang dilakukan Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari adalah membina kader-kader ulama dengan mendirikan “Kampung dalam Pagar”.

 

 

2.         Syaikh Muhammad Arsyad al Banjari

Muhammad Arsyad al-Banjari lahir di Lok Gabang, Martapura, Kalimantan Selatan pada tahun 1710. Beliau lahir dari pasangan Abdullah dan Siti Aminah. Setelah wafat, beliau dikenal dengan sebutan Datuk Kalampayan karena dimakamkan di Desa Kalampayan.

Ketika masih kanak-anak, beliau diadopsi oleh Sultan Tahlilullah untuk dididik secara tuntas. Bahkan, beliau dikirim ke Mekah dan Madinah untuk belajar di sana selama lebih kurang 30 tahun.

Sebelum berangkat ke tanah suci, beliau dinikahkan dengan seorang putri yang bernama Bajut sebagai sarana untuk mengikat perasaan dengan keluarga di tanah air. Di antara gurunya yang sangat berpengaruh adalah Syekh ‘Athaillah yang pernah memberikan izin kepada Muhammad Arsyad al-Banjari untuk mengajar dan memberi fatwa di Masjidil Haram. Selama belajar di tanah Suci ia berteman dengan para ulama, di antaranya sebagai berikut.

a.    Syaikh Abdus Samad al-Palimbani.

b.  Abdul Wahab Bugis dari Makassar yang kemudian menjadi menantunya (dinikahkan dengan Syarifah binti Muhammad Arsyad al-Banjari).

c.    Syaikh Abdurrahman Masri dari Jakarta.

 

Langkah pertama yang dilakukan Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari sekembalinya dari belajar di tanah suci adalah membina kader-kader ulama. Ia meminta kepada Sultan Tamjidillah sebidang tanah untuk dijadikan sebagai pusat pendidikan. Di tempat itu, dibangun rumah tinggal, ruang belajar, perpustakaan, serta asrama bagi para santri.

Berkat perjuangan keras beliau dengan dibantu menantunya akhirnya pusat pendidikan tersebut ramai dikunjungi para santri dari berbagai daerah. Tempat tersebut hingga

saat ini dikenal dengan nama “Kampung dalam Pagar”. Sebab, para santri yang belajar

dilarang meninggalkan tempat tersebut tanpa izin.

Muhammad Arsyad al-Banjari juga aktif menulis buku. Di antara karyanya yang terbesar adalah kitab yang berjudul Sabilul Muhtadin (Jalan Orang yang Mendapat Petunjuk). Karena keilmuan beliau yang luar biasa, Muhammad Arsyad al-Banjari mendapat julukan “Matahari Agama” dari Banjar.





Sabtu, 04 September 2021

SKI IX MA

KERAJAAN GOA DAN TALLO

 

Kerajaan Gowa-Tallo merupakan gabungan dari dua kerajaan yang berasal dari garis darah sama yakni Kerajaan Gowa. Dikenal pula dengan nama Kerajaan Makassar. Wilayah kekuasaannya terbentang sampai kawasan timur Nusantara.
Saat Sultan Hasanuddin memerintah Kerajaan Gowa, meletus perlawanan sengit melawan Kongsi Dagang atau Perusahaan Dagang Belanda di Hindia Timur (Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC) yang melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah dari Kepulauan Maluku.

Berikut sejarah Kerajaan Gowa-Tallo :

1. Berasal dari Dua Kerajaan yang Bersaudara
Kerajaan Gowa menurut Ahmad M. Sewang dalam bukunya Islamisasi Kerajaan Gowa : Abad XVI sampai abad XVII pertama kali dipimpin oleh Tomanurung. Pelantikan Tomanurung diperkiran terjadi pada abad XIV. Tidak ada catatan tertulis terkait lama pemerintahan Tomanurung.
Catatan terkait Kerajaan Gowa baru ada pada masa pemerintahan Raja Gowa VI, Tonangka Lopi. Raja ini membagi wilayahnya ke dalam dua wilayah yang dipimpin dua putranya yakni Batara Gowa dan Karaeng Loe Sero.
Batara Gowa melanjutkan kekuasaan di Kerajaan Gowa sebagai Raja Gowa VII saat Toangka Lopi meninggal dunia. Wilayah kekuasaannya meliputi Paccelekang, Pattalasang, Bontomanai Ilau, Bontomanai 'Iraya, Tombolo, dan Mangasa.
Sementara Karaeng Loe Sero mendirikan kerajaan baru bernama Kerajaan Tallo yang meliputi Saumata, Pannampu, Moncong Loe, dan Parang Loe. Kedua kerajaan yang masih berkerabat ini tak pernah akur. Bertahun-tahun terjadi perang karena persaingan. Sampai akhirnya Kerajaan Tallo mengalami kekalahan.
Pada masa pemerintahan Raja Gowa X, I Mariogau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tonipalangga Ulaweng (1512-1546) terjadi kesepatakan untuk menyatukan kedua kerajaan itu yang kemudian disebut Kerajaan Gowa-Tallo. Kesepakatan itu diperkirakan terjadi pada akhir masa pemerintahan Raja Gowa X.
Para sejarawan kerap menamakan Kerajaan Gowa-Tallo ini dengan sebutan Kerajaan Makassar. Namun akhirnya nama Kerajaan Gowa yang tetap paling populer. Para sultan berasal dari garis keturunan Gowa, sedangkan perdana menterinya berasal dari garis Tallo. Penyatuan dua kerajaan ini membankitkan kekuatan besar di pulau Sulawesi bagian selatan.

2. Sultan Pertama bernama Tunipalangga
Tunipalangga diangkat menjadi raja pertama Kerajaan Gowa Tallo. Perdana menteri dari Tallo, Nappakata'tana Daeng Padulung. Mereka melakukan ekspansi ke kerajaan tetangga yang terletak di pedalaman Bugis dan perairan Teluk Bone.
Diantaranya Siang, Bacukiki, Suppa, dan Sidenreng, juga Bajeng, Lengkese, Polombangkeng, Lamuru, Soppeng, Lamatti, Wajo, Duri, Panaikang, Bulukumba, Bone, dan sejumlah kerajaan kecil lainnya. Untuk menghadapi invasi Kerajaan Gowa-Tallo itu, pemimpin Kerajaan Bone, Wajo dan Soppeng memutuskan untuk berkoalisi.
3. Elite Kerajaan Gowa-Tallo memeluk Islam pada 1605
Pemimpin Kerajaan Gowa-Tallo secara resmi memeluk agama Islam pada 22 September 1605. Pedagang Melayu yang bermukim di Makassar mengenalkan agama Islam pada raja dengan mengundang sejumlah ulama dari Minangkabau. Sebelum berdakwah di Kerajaan Gowa-Tallo, ulama ini mengenalkan Islam pada Raja Luwu.
Raja Gowa XIV I Mangarangi Daeng Manrabia, mengikrarkan dirinya menjadi seorang Muslim. Dia kemudian mengganti namanya menjadi Sultan Alauddin. Sultan Alauddin kemudian menjadikan Islam sebagai agama resmi kerajaan pada 1607.

4. Perang Dahsyat Melawan VOC Belanda
Cucu Sultan Alauddin, bernama Sultan Hasanuddin naik takhta pada November 1653. Dia membawa Kerajaan Gowa-Tallo mencapai puncak kejayaan dengan menguasai jalur perdagangan utama di Nusantara bagian timur. Hasanuddin akhirnya berhadapan dengan VOC yang melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah dari Kepulauan Maluku.
Pertempuran akhirnya meletus pada 1660. Selama 7 tahun berperang, Sultan Hasanuddin terpaksa menyerah dan bersedia diajak berunding. Perundingan itu dilakukan pada 18 November 1667 dan dikenal dengan nama Perjanjian Bungaya. Hasanuddin yang tak puas memberontak. Namun VOC akhirnya meruntuhkan perlawanan kerajaan ini pada 12 Juni 1669.
Sultan Hasanuddin akhirnya turun dari takhta. Setahun kemudian dia wafat. Sejak itu kejayaan Kerajaan Gowa-Tallo memudar.


Ulangan harian SKI IX MTs

Jumat, 27 Agustus 2021

Aqidah Akhlak XIMA

 

Mencuri



Mencuri/Korupsi

1.   Pengertian perilaku mencuri

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata mencuri diartikan sebagai mengambil milik orang lain tanpa izin atau dng tidak sah, biasanya dengan sembunyi-sembunyi. Termasuk dalam kategori mencuri adalah melakukan korupsi.

Korupsi atau rasuah (bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok) adalah tindakan pejabat publik, baik politisimaupun pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidak legal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak. Korupsi memerlukan dua pihak yang korup: pemberi sogokan (penyogok) dan penerima sogokan. Di beberapa negara, budaya penyogokan mencakup semua aspek hidup sehari-hari, meniadakan kemungkinan untuk berniaga tanpa terlibat penyogokan.

Menurut pengertian syara’ mencuri adalah mengambil harta milik orang lain  dengan diam-diam dari tempat penyimpanannya yang layak dalam jumlah satu nisab, dilakukan oleh seorang Islam atau kafir dzimmi atau murtad yang telah dewasa, berakal dan bisa memilih.

Perbuatan mencuri termasuk diantara dosa besar, oleh karenanya dalam syari’at Islam apabila pencurian itu mencapai satu nisab dan memnuhi kriteria seperti tersebut di atas maka si pencuri dikenakan hukuman  potongan tangan dan diwajibkan mengembalikan barang curian sebanyak yang dicuri. Apabila seorang pencuri itu dimaafkan oleh  pemilik barang yang dicuri, maka gugurlah hukuman atasnya. Tentang hukuman potong tangan bagi pencuri, disebutkan dalam Al Qur’an :

ä-Í$¡¡9$#ur èps%Í$¡¡9$#ur (#þqãèsÜø%$$sù $yJßgtƒÏ÷ƒr& Lä!#ty_ $yJÎ/ $t7|¡x. Wx»s3tR z`ÏiB «!$# 3 ª!$#ur îƒÍtã ÒOŠÅ3ym ÇÌÑÈ   `yJsù z>$s? .`ÏB Ï÷èt/ ¾ÏmÏHø>àß yxn=ô¹r&ur  cÎ*sù ©!$# ÛUqçGtƒ Ïmøn=tã 3 ¨bÎ) ©!$# Öqàÿxî îLìÏm§ ÇÌÒÈ   

38. laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. 39. Maka Barangsiapa bertaubat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, Maka Sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Maidah [5]: 38-39)

2.   Nilai negatif perilaku mencuri

a.   Bahaya bagi si pelaku pencurian

1)  Ketidak tenangan dalam hidup, kekhawatiran serta ketakutan karena selalu dibayang-bayangi oleh dosanya, atau minimal khawatir tertangkap.

2)  Akan semakin  jauh dari  petunjuk Allah swt, karena setiap dosa yang dilakukan akan membekas di hatinya dan bila ia tidak menghentikan maka akan semakin terjerumus pada pelanggaran lainnya.

3)  Ditolak  semua amal  ibadahnya, karena Allah swt tidak menerima  amal seseorang yang isi perutnya serta pakaiannya berasal dari barang haram.

b.   Bahaya terhadap masyarakat

a)    Menimbulkan keresahan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

b)   Ketenangan dan kebahagiaan hidup masyarakat sangat terganggu karena  adanya ancaman pencurian dan perampokan bahkan pembunuhan

3.   Menghindari perilaku mencuri

a.   Mensykuri nikmat Allah

Manusia cenderung tak pandai mensyukuri nikmat yang Allah berikan kepadanya. Sehingga mereka beranggapan bahwa rizki Allah tidak didapat tanpa mencuri, korupsi dan kegiatan buruk lainya. Padahal Allah telah menyatakan dengan tegas jika manusia mensyukuri nikmat Allah tentu akan diluaskan rizkinya dan begitu sebaliknya.

øŒÎ)ur šc©Œr's? öNä3š/u ûÈõs9 óOè?öx6x© öNä3¯RyƒÎV{ ( ûÈõs9ur ÷LänöxÿŸ2 ¨bÎ) Î1#xtã ÓƒÏt±s9

Sesungguhnya, jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku, sangat berat.  (Q.S. Ibrahim [14]: 7).

b.   Menghormati hak milik orang lain

Islam menghormati hak milik (kepemilikan) pribadi, namun hak milik pribadi itu juga memiliki dimensi sosial dan lingkungan. Kepemilikan berarti pula hak khusus yang didapatkan si pemilik sehingga ia mempunyai hak menggunakan sejauh tidak melakukan pelanggaran pada garis-garis syariah. Islam mengakui dan menghormati hak milik dan mengatur tentang hak milik tersebut. Penghormatan Islam terhadap hak milik tampak jelas dalam penghormatannya terhadap harta benda yang merupakan tumpuan hak milik ini. Salah satu bentuk penghormatan terhadap hak milik ini dinyatakan Al Qur’an dengan larangan memakan dan menggunakanya secara tidak sah.

Ÿwur (#þqè=ä.ù's? Nä3s9ºuqøBr& Nä3oY÷t/ È@ÏÜ»t6ø9$$Î/

Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil”  (QS. Al Baqarah [2]:188)

 

c.    Meningkatkan etos kerja

Ungkapan iman sendiri berkaitan tidak hanya dengan hal-hal spiritual tetapi juga program aksi. Artinya, setiap pekerjaan yang kita lakukan, dilaksanakan dengan sadar dalam rangka beribadah dan pencapaian Ridha Allah. Ia akan mengoptimalkan seluruh kapasitas dan kemampuan inderawi yang berada pada dirinya dalam rangka mengaktualisasikan tujuan kehidupannya. Ini bisa berarti bahwa dalam bekerja ia akan sungguh-sungguh karena bagi dirinya bekerja tak lain adalah ibadah, pengabdian kepada Yang Maha Suci.dengan etos kerja yang tinggi yang didasari iman yang mantap akan mengahalangi pribadi untuk melakukan pencurian, korupsi dan perampasan hak-hak orang lain.

 ôs)s9ur $¨Z­ƒy uä!$yJ¡¡9$# $u÷R9$# yxŠÎ6»|ÁyJÎ/ $yg»oYù=yèy_ur $YBqã_â ÈûüÏÜ»u¤±=Ïj9 ( $tRôtGôãr&ur öNçlm; z>#xtã ÎŽÏè¡¡9$#

Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al Mulk [67]: 5)

                          

4.   Strategi Pemberantasan  Tindak Pidana Korupsi

a.   Strategi Preventif

Strategi ini harus dibuat dan dilaksanakan dengan diarahkan pada hal-hal yang menjadi penyebab timbulnya korupsi. Setiap penyebab yang terindikasi harus dibuat upaya preventifnya, sehingga dapat meminimalkan penyebab korupsi.

b.   Strategi Deduktif 

Strategi ini harus dibuat dan dilaksanakan terutama dengan diarahkan agar apabila suatu perbuatan korupsi terlanjur terjadi, maka perbuatan tersebut akan dapat diketahui dalam waktu cepat. Dengan dasar pemikiran ini banyak sistem yang harus dibenahi, sehingga sistem-sistem tersebut akan dapat berfungsi sebagai aturan yang cukup tepat memberikan sinyal apabila terjadi suatu perbuatan korupsi.

c.    Strategi Represif 

Strategi ini harus dibuat dan dilaksanakan terutama dengan diarahkan untuk memberikan sanksi hukum yang setimpal secara cepat dan tepat kepada pihak-pihak yang terlibat dalam korupsi. Dengan dasar pemikiran ini proses penanganan korupsi sejak dari tahap penyelidikan, penyidikan dan penuntutan sampai dengan peradilan perlu dikaji untuk dapat disempurnakan di segala aspeknya, sehingga proses penanganan tersebut dapat dilakukan secara benar.

5.   Hikmah larangan perilaku mencuri

1)    Seseorang tidak mudah dengan begitu saja mengambil barang milik orang lain, karena berakibat buruk bagi dirinya. Sanksi moral bagi dirinya adalah rasa malu, sedangkan sanksi yang merupakan hak adam adalah had.

2)    Hak milik seseorang benar-benar dilindungi oleh hukum Islam. Karunia Allah tidak terbatas bilangannya akan tetapi apabila seseorang telah memilikinya dengan cara perolehan yang halal, maka haknya dilindungi.

3)    Menghindari sifat malas yang cenderung memperbanyak pengangguran. Mencuri adalah cara singkat untuk memperoleh sesuatu dan memilikinya secara tidak sah. Perbuatan seperti ini disamping tidak terpuji karena membuat orang lain tidak aman, juga cenderung pada sikap malas tidak mau berjuang. Sifat ini bertentangan dengan ajaran Islam.

4)    Pencuri menjadi jera dan terdorong untuk mencari rizki secara halal. Memperoleh rizki dan karunia Allah merupakan kebutuhan setiap manusia. Akan tetapi cara memperolehnya itu diatur oleh syariat sehingga keamanan dan ketentraman bathin setiap orang terpelihara pencurian dilarang, sedangkan usaha lain seperti berdagang dan pertanian dip


Setelah baca WA ke nomor saya sebagai absensi. Mks selamat belajar





Sabtu, 21 Agustus 2021

ski 9MTs

Ahad. 22 Agustus 2021

 KERAJAAN MATARAM

Berdirinya Kerajaan Mataram bermula dari keberhasilan Sutawijaya dalam pertempuran mengalahkan Aria Penangsang asal Jipang. Atas keberhasilannya tersebut, Sutawijaya kemudian mendapatkan hadiah Hutan Mentaok dari Sultan Hadi Wijaya. Sebelum diberikan ke Sutawijaya, Hutan Mentaok awalnya dipimpin oleh ayah Sutawijaya yakni Ki Ageng Pamanahan.

Sepeninggal Ki Ageng Pamanahan, Hutan Mentaok kemudian dipegang oleh Sutawijaya dengan gelar Panembahan Senopati. Wilayah pemerintahannya pada saat itu mewarisi wilayah Kerajaan Pajang atau sekitar kawasan Jawa Tengah saat ini. Pusat pemerintahan berada di Mentaok timur Kota Yogyakarta dan selatan Bandar Udara Adisucipto. Awalnya lokasi keraton terletak di kawasan Banguntapan kemudian pindah ke Kotagede. Setelah Sutawijaya meninggal dan dimakamkan di Kotagede, kekuasaan diturunkan ke putranya Mas Jolang yang bergelar Prabu Hanyokrowati. Sayangnya pemerintahan Prabu Hanyokrowati tak berlangsung lama. Ia wafat setelah mengalami kecelakaan saat berburu di hutan Krapyak. Karena itulah beliau disebut Susuhunan Seda Krapyak, artinya Raja (yang) wafat (di) Krapyak.  tahta kerajaan kemudian dialihkan sementara waktu ke tangan putra keempat Mas Jolang, Adipati Martopuro. Penyakit syaraf yang diderita Adipati Martopuro membuat tahta kerajaan harus dialihkan ke putra sulung Mas Jolang yakni Mas Rangsangpada. Di masa pemerintahan Mas Rangsang inilah Mataram mengalami zaman keemasan.

Kerajaan Mataram Islam berpusat di kawasan Kota Gede, Yogyakarta saat ini. Wilayah kekuasaan Kerajaan Mataram sebelum tahun 1613 mencakup wilayah Kerajaan Pajang atau Jawa Tengah.

Kemudian di bawah pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo (1613-1645) wilayah kekuasaan Mataram diperluas hingga mencakup kawasan Jawa Barat, sebagian Jawa Timur seperti Surabaya, Lasem, Pasuruan, Tuban dan Madura.

 Silsilah Kerajaan Mataram

Kesultanan Mataram pernah dipimpin oleh 6 raja. Berikut nama keenam raja tersebut :

1. Ki Ageng Pamanahan

Raja pertama dari Kerajaan Mataram adalah Ki Ageng Pamanahan. Beliau merupakan pendiri Desa Mataram yang menjadi cikal bakal Kerajaan Mataram di tahun 1556. Desa Mataram ini awalnya berupa hutan yang bernama Alas Mentaok kemudian dijadikan pemukiman penduduk.

Di tahun 1584 Ki Ageng Pamanahan menghembuskan napas terakhirnya dan dimakamkan di kawasan Kotagede.

2. Panembahan Senopati

Kekuasaan Mataram kemudian dilanjutkan ke tangan anak Ki Ageng Pamanahan yakni Sutawijaya. Sutawajaya merupakan anak angkat dan menantu Sultan Kerajaan Pajang. Beliau juga menjadi senapati di Kerajaan Pajang yang kemudian bergelar Panembahan Senapati.

Di bawah pemerintahan Panembahan Senapati Kerajaan Mataram mengalami kebangkitan. Kerajaan ini kemudian memperluas wilayahnya mulai dari Pajang kemudia ke Demak, Pasuruan, Tuban, Madiun dan sebagian wilayah Surabaya. Di tahun 1523 Panembahan Senapati wafat dan digantikan oleh RM. Jolang, anaknya.

3. Panembahan Anyakrawati

Panembahan Anyakrawati atau Raden Mas Jolang merupakan keturunan dari Panembahan Senapati dengan putri dari Ki Ageng Panjawi. Ia memerintah mulai dari 1606 sampai 1613. Raden Mas Jolang mangkat pada 1613 tepatnya di Desa Krapyak kemudian dimakamkan di makam agung Kotagede.  

4. RM. Rangsang

Sepeninggal Panembahan Anyakrawati, kekuasaan diteruskan ke putra Raden Mas Jolang, yakni Raden Mas Rangsang. Beliau memerintah mulai 1613 sampai 1645. RM. Rangsang lebih dikenal sebagai Sultan Agung, raja terbesar di Kerajaan Mataram. Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Mataram mencapai kejayaannya bahkan menguasai hampir seluruh wilayah Tanah Jawa.

Sultan Agung tak hanya melakukan penaklukan wilayah, tapi juga gigih melawan VOC. Beliau wafat di tahun 1645 dan dimakamkan di Imogiri. Di masa pemerintahannya, kerajaan Islam ini berkembang pesat sebagai Kerajaan Agraris bukan sebagai Kerajaan Maritim.

5. Amangkurat I

Setelah Sultan Agung mangkat, kekuasaan diturunkan ke putranya Sultan Amangkurat. Pada tahun 1647 Sultan Amangkurat memindahkan pusat kerajinan yang awalnya di Kotagede ke Keraton Plered.

Sultan Amangkurat menjadi raja mulai dari 1638 sampai 1647. Tak seperti pendahulunya yang bersimpangan dengan VOC, Amangkurat I justru berteman dengan VOC. Hal ini memicu perpecahan pada Kerajaan Mataram Islam. Amangkurat I wafat pada bulan Juli 1677.

6. Amangkurat II

Amangkurat II merupakan pendiri Kasunanan Kartasura yang menjadi kelanjutan Kesultanan Mataram. Amangkurat II memerintah mulai tahun 1677 – 1703. Raden Mas Rahmat sering disebut juga sebagai Sunan Amral (Admiral) karena menjadi raja Jawa yang pertama kali menggunakan pakaian dinas berupa pakaian Eropa.

 

Masa Kejayaan Kerajaan Mataram 

Kerajaan Mataram mengalami masa kejayaan di bawah pemerintahan Raden Mas Rangsang atau sultan Agung. Pada masa pemerintahannya, ia memindahkan lokasi keraton ke Karta (Jawa. Kerta sehingga disebut Mataram Karta). Pemerintahannya mencakup wilayah Pulau Jawa dan Madura kecuali Batavia.

Karena sering mengalami gesekan dalam penguasaan perdagangan dengan VOC di Batavia, Kerajaan Mataram kemudian berkoalisi dengan Kesultanan Banten dan Kesultanan Cirebon untuk melawan VOC.  

 

Masa Keruntuhan Kerajaan Mataram

Masa keruntuhan Kerajaan Mataram sebenarnya mulai terlihat sejak kegagalannya mengusir VOC dari Batavia. Tapi keruntuhan tersebut terlihat jelas ketika Amangkurat I memindahkan lokasi keraton ke Plered di tahun 1647.

Di masa pemerintahan Amangkurat I, Kesultanan Mataram sering mengalami pemberontakan. Pemberontakan terbesar yang dipimpin oleh Trunajaya akhirnya memaksa Amangkurat I untuk berkoalisi dengan VOC.

Pengganti Amangkurat I, yakni Amangkurat II juga kurang disukai oleh kalangan istana karena begitu tunduk oleh VOC. Hal ini memicu pemberontakan yang memaksa keraton dipindahkan ke Kartasura karena keraton yang lama dianggap sudah tercemar. Setelah Amangkurat II wafat, kekuasaan diturunkan ke Amangkurat III, Amangkurat IV dan Pakubuwana II.

Tak seperti pendahulunya yang tunduk pada VOC, Amangkurat III tak tunduk pada VOC. Hal ini membuat VOC geram dan menobatkan Pakubuwana I sebagai raja. Adanya dua orang raja memicu perpecahan internal di kalangan keraton

Amangkurat III kemudian melakukan pemberontakan dan ditangkap di Batavia. Kekacauan politik baru bisa diredakan pada masa Pakubuwana III yang membagi wilayah Mataram menjadi dua yakni Kesultanan Ngayogyakarta dan Kasunanan Surakarta

 Peninggalan Kerajaan Mataram

Sisa-sisa kejayaan Kerajaan Mataram Islam masih bisa kita saksikan sampai saat ini. Beberapa peninggalan tersebut diantaranya sebagai berikut :

1. Pasar Kotagede

Tata kota kerajaan di Jawa umumnya memposisikan keraton, pasar dan alun-alun menurut poros utara –selatan, seperti pasar Kotagede ini. Pasar tradisional tersebut sudah ada sejak zaman Panembahan Senopati sampai sekarang. Di hari pasaran dalam kalender Jawa seperti hari legi, pasar ini ramai oleh pengunjung, pembeli maupun barang dagangan.

2. Kompleks Makam Pendiri Kerajaan Imogiri

Kompleks makam Imogiri merupakan kompleks makam para pendiri Kerajaan Mataram Islam yang dikelilingi oleh tembok yang tinggi dan kokoh. Makam ini dijaga oleh beberapa abdi dalem berbusana adat Jawa selama 24 jam penuh. Gapura makam memiliki arsitektur gaya Hindu dengan pintu kayu tebal yang dihiasi ukiran indah.

 Ulangan harian SKI 9

Soal Tryout UAMNUBK MA

 soal aqidah  Soal Try out Aqidah Akhlak UAMNUBK MA