Tampilkan postingan dengan label SKI XI MA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SKI XI MA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 September 2020

SKI XI MA

 Kamis, 1 Oktober 2020

Assalamualaikum Wr wb. Selamat pagi semoga hari ini semua d beri kesehatan Tugas kelas XI MA hari ini

- Buka LKS SKI kemudian baca Bab III

- kemudian isi Absensi kehadiran

 Selamat Membaca karna PTS sudah dekat tanggal 5 Oktober 2020


Absensi kehadiran




PROSES PERKEMBANGAN  ILMU ENGETAHUAN

MASA  BANI ABASIYAH

           “Abasiyah dalam sejarah  di kenal  sebagai daulah  yang mampuh meciptakan  peradaban yang  begitu  pesat dan  berkualitas. Fakta  sejarah membuktikn  bahwa  pada  masa itu Peradaban ilmu tumbuh  dengn  pesat, orang yang  belajar  dan mengajar  sama-sama  di fasilitasi  oleh pemerintah, mereka di bangun  tempat –tempat istirahat  didalam perpustakaan-perpustakaan,  mereka  yang mengajar dan  belajar sama-sama dibayar oleh khalifah. Suasana kelimuan   semacam inilah  yang menyebabkan ilmu tumbuh  dan berkembang dengan  cepat  dan  pesat”

 A.Suasana Tumbuhnya  Peradaban  Ilmu Pengetahuan Masa Abasiyah  

Suasana tumbuhnya peradaban  di Abasiyah terjadi  setelah perluasan  wilayah secara besar besaran. Faktor yang  paling dominan mendorong suasana  itu adalah kebijakan  dari Khalifah Abu  Ja’far, bahwa yang menjadi  khalifah  haru  orang  yang mencintai dan dapat mengembangkan  ilmu pengetahuan. Suasana keimulan memang  di  ciptakan oleh khalifah  dengan menyediakan segala fasilitas penunjang, lembaga pendidikan  dan pepustakaan  di  bangun, tempat -  tempat istirahat  dan mukim di sediakan oleh siapa sajayang mau  belajar ilmu pengetahuan. Ulama dari berbagai  disiplin ilmu di  datangkan untuk mengajari orang –orang islam  yang belajar.

Kegiatan menulis  buku berjalan  dengan pesat, karena pemerintah mewajibkan belajar sambil menuliskan ilmu dalam kitab. Dalam sejarah kegiatan menulis ilmu itu berjalan menurut  3  tingkat, yaitu ;

Tingkat pertama, mencatat  ide-ide atau prcakapan  dalam  satu  halaman kertas  diuliskan rangkap  dua,  asli dan  salinan

Tingkat kedua, merupakan pembukuan ide-ide serupa  hadis –hadis dalam  satu  buku, hokum-hukum fiqih  di satu  buku,  cerita cerita sejarah di  satu  buku dan  seterusnya

Tingkat tiga, tingkat penyusunan yang  lebih halus dan  paling  sempurnah. Segala  yang

            Sudah  di catat, diatur  dan  disusun  dalam bagian bab-bab tertentu serta berbed  satu

            Sama yang lainnya. Tingkat  penyusunan peradaban ilmu  demikian berlangsung  pada bani  Abasiyah  fase  pertama masa kekuasaan  9 khalifah  pertama Abasiyah. Kalifah-khalifah  seperti Al Mansur, Harun  al Rasyid  dan  Al Makmum adalah khalifah-khalifah  yang paling  disiplin dalam suasana  tersebut.

 

B.Bentuk Peradaban Hasil Riset Dari Para Ahli Dan Tokoh-Tokohnya.

Dari hasil ijtihad dan riset para ahli ilmu pengetahuan dan ulama atau cendekiawan muslim, berhasil menemukan berbagai bidang ilmu pengetahuan, antara lain adalah :

1.         Filsafat

a.        Al-Kindi (194-260 H = 809 – 873 M) buku karanganya sebanyak 236 judul.

b.        Al-Farabi, karyanya sebanyak 12 buah

c.         .Ibnu Bajah (beliau wafat tahun 523 H)

d.        Ibnu Thufail (wafat tahun 581 H)

e.        Ibnu Shina (370 – 428 H) disamping seorang filosof beliu juga seorang dokter, kerangannya yang terkenal adalah  Shafa yang terdiri dari 18 jilid, Najat, Qanun, Sadidiya terdiri dari 5 jilid, Danes Nemah, Najmul Hikmah terdiri dari 10 jilid, Al-Qanun Fiat Thib (membahas tentang ilmu kedokteran yang diterjemahkan kedalam bahasa Latin)

f.          Al-Ghazali (450 – 505 H=1058 – 1101 M), hasil karyanya berjumlah 70 judul, buku karyanya yang cukup terkenal adalah Al-Munqizh Minadl-Dlalal, Tahufutul Falasifah, Mizanul Amal, Ihya Ulumuddin, Al-Wajiz, Mahkun Nazzar, Miyazul Ilmi, Muqasidul Falasifah

g.        Ibnu Rusyd (520 – 595 H =1126 – 1198 M), diantara buku karangannya yang terkenal adalah Mabadiul Falasifah, Kulliyyat, Tafsir Urjuza, Kasful Afillah, Kitab Doma-Dokma dan lainnya. Beliau disamping seorang filosof juga sebagai seorang dorter, buku tentang kedokteran yang cukup terkenal adalah Al-Hafi.

 

2.         Kedokteran.

A.      Beberapa perguruan tinggi kedokteran yang cukup terkenal berada di kota :

a.        Yunde Shapur (Iran)

b.        Harran (Syiria)

c.         Baghdad

B.      Para dokter dan ahli kedokteran yang terkenal antara lain :

a.  Jabir Bin Hayyan (wafat tahun 161 H = 778 M), beliau dianggap sebagai bapak ilmu kimai, buku karangannya sebanyak 500 judul.

b.  Hunain Bin Ishaq (194 – 264 H = 810 -878 M), beliau seorang ahli mata yang terkenal dan banyak meterjemahkan buku-buku bahasa asing.

c.  Thabib bin Qurra (221 – 228 H = 836 – 901 M)

d.  Ar-Razi atau Razes (251 – 313 H = 809 – 873 M), karangannya yang terkenal adalah bidang penyakit campak dan cacar yang diterjemahkan kedalam bahasa Latin.

 

3.         Matematika.

Diantara ahli matematika yaitu :

a.        Umar Al-Farukhan beliau seorang Insinyur arsitek pembangunan kota Bagdad.

b.        Al-Khawarizmi, pengarang kitab Al-Gebra (Al-Jabar), beliau juga penemu angka 0 (nol), sedang angka 1 sampai 9 berasal dari Hindia yang dikembangkan oleh Islam. Sehingga angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 0 disebut angka Arab dan setelah disempurnalan lagi oleh orang Latin kemudian disebut angka Latin.

c.         Banu Nusa (3 anak Syakir Musa), mereka menulis banyak buku dan ilmu ukur.

 

 

4.         Astronomi.

Para ahli ilmu astronomi yang terkenal adalah.

a.        Al-Fazari pencipta Astrolobe yaitu alat pengukur tinggi dan jarak bintang

b.        Al-Battani atau Al-Betagnius

c.         Abdul Wafak menemukan jalan ke-3 dari bulan (jalan ke-1 dan ke-2 ditemukan oleh orang Yunani)

d.        Al-Farghoni atau Al-Fragenius

 

5.         Seni Ukir.

Beberapa seniman ukir yang terkenal yaitu Badr dan Tariff sekitar tahun 961 – 976 M, pada saat itu juga terdapat sekolah khusus seni ukir di Kairo yang bernama Sekolah Kairo

6.         Bahasa dan Sastra :

Berbeda dengan masa pemerintahan bani Umayah yang belum banyak.Penyair pada masa pemerintahan bani Umayah, masih kental dalam keaslian warna Arabnya, sedangkan sastrawan pada zaman pemerintahan Bani Abbas, telah melakukan perubahan kekuasaan tersebut. Mereka telah mampu mengombinasikannya dengan sesuatu yang bukan berasal dari tradisi arab dari tradisi Arab. Oleh karena itu wajar kalau kemudian pada masa pemerintahan Bani Abbas banyak bermunculan penyair terkenal. Diantara mereka adalah sebagai berikut:

a.    Abu Nawas (145-198 H) nama aslinya adalah Hasan bin Hani

b.    Abu Tamam (wafat 232 H) nama aslinya adalah Habib bin Auwas atb-Tba’i

c.    Dabal al-khuza’I (wafat 246 H) nama aslinya adalah Da’bal bin Ali Razin dari Khuza’ab. Penyair besar yang berwatak kritis.

d.    Ibnu Rumy (221-283 H). nama aslinya adalah Abu Hasan Ali bin Abbas. Penyair yang berani menciptakan tema-tema baru

e.    Al-Matanabby (303-354 H) nama aslinya adalah Abu Thayib Ahmad bin Husin al-Kuft penyair istana yang haus hadiah, pemuja yang paling handal.

Pada masa pemerintahan dinasti bani Abbasiyah telah terjadi perkembangan yang sangat menarik dalam bidang prosa. Banyak buku sastra novel, riwayat, kumpulan nasihat, dan uraian-uraian sastra yang dikarang atau disalin dari bahasa asing.

a.    Abdullah bin Muqaffa (wafat tahun 143 H) buku prosa yang dirintis diantaranya Kalilab wa Dimnab, kitab ini terjemahan dari bahasa sansekerta. Karya seorang filosuf india bernama Baidaba dia menyalin menjadi bahasa arab.

b.    Abdul Hamid al – katib. Ia dipandang sebagai pelopor seni mengarang surat.

c.    Al-Jabid (wafat 255H). karyanya ini memiliki nilai sastra tinggi, sehingga menjadi bahasa rujukan dan bahan bacaan bagi para sastrawan kemudian.

d.    Ibnu Qutaibab (wafat 276 H). ia dikenal sebagai ilmuan dan sastrawan yang sangat cerdas dan memiliki pengetahuan yang sangat luas tentang bahasa kesusastraan.

e.    Ibnu Abdi Rabbib (wafat 328 H) ia seorang penyair yang berbakat yang memiliki kecenderungan kesajak drama. Sesuatu yang sangat langka dalam tradisi sastra arab. Karya terkenalnya adalah al-Aqdul Farid, semacam ensiklopedia Islam yang memuat banyak Ilmu pengetahuan Islam


Ulangan harian SKI XIMA






Selasa, 01 September 2020

SKI XI MA

3 September 2020

BAB II
KHALIFAH-KHALIFAH  ABASIYAH  YANG  TERKENAL
DAN KEBIJAKAN PEMERINTAHAN ABASIYAH



TAMBAH WAWASAN           

Perkembangan  peradaban mengalami puncak kejayaannya pada masa  Abasiyah. Keadaan itu terjadi karena peran  para Khalifah  dan kebijakan yang  mereka tetapkan. Khalifah yang membuat kebijakan dan menjadi khalifah  pertama melaksanaan kebijaka  tersebut adalah Khalifah  Harun al Rasyid  dan  putranya  al Makmun. Mereka berdua adalah pembuat  kebjikan tentang  kewajiban  talabul ilmu dan  mereka sangat  cinta  ilmu.

37  khalifah  bani Abasiyah yang  memerintah  selama 505  tahun

No

Khalifah

Tahun 

No

Kalifah

Tahun

1

Abu Abbas Assafah

132 – 136 H

20

AL Rodhi

322- 329 H

2

Abu Ja’far Al  Mansur

136 – 158 H

21

AL Muttaqi

329- 333 H

3

Al.Mahdi bin Al Mansur

158—169 H

22

AL Mustqfi

333-334  H

4

Abu Musa Al Hadi

169 – 170 H

23

AL Muthi’

334- 362 H

5

Harun Al  Rasyid

170 – 193 H

24

AL  Tha’i

362-381  H

6

Muhammad Al  Amin

193-   198H

25

AL Qadir

381- 422 H

7

AbdullahAL Makmum

198-  218 H

26

AL Qo’im

422- 467 H

8

 Al Muktasim

218-  227 H

27

AL Muqtadir

467- 487 H

9

Al Wastiq

227- 232 H

28

AL Mustadir

487-412  H

10

Al  Mutawakkil

232- 247 H

29

AL Mustarsyid

412- 429 H

11

Al Muntasir

247- 248 H

30

Ar Rasydi

429- 530 H

12

AL Mustain

248- 252 H

31

AL Muktafi

530-555  H

13

AL Mu’taz

252- 255 H

32

AL Mustanji

555-566  H

14

AL Muhtadi

255- 256 H

33

AL Mustadhi

566-575  H

15

AL Mu’tamid

256- 279 H

34

An Nasyir

575- 622 H

16

AL Mu’tadhid

279- 289H

35

Az Zahir

622-623  H

17

AL Muktafi

289- 295 H

36

AL  Mustansir

623- 640 H

18

AL Muktadir

295- 320 H

37

Al.Mustahim Billah

640- 656 H

19

Ar  Qohir

320- 322 H

=

 

=

 A.    KHALIFAH-KHALIFAH  ABASIYAH  YANG  TERKENAL

1.      Abu  Jakfar Al Mansur

       Beliau  di  kenal  sebagai khalifah  yang  cerdas  dan  tegas. Dialah  yang menetapkan  tujuh kebijakan  khalifah  yang menjadi pedoman pemerintahan  bani Abasiyah. Tujuh  kebijakan ini  di  analisa  oleh  para  ahli  sejarah bahwa,  penyokong,  pendorong  dan mampuh memberi motivasi besar  dalam  perkembangan ilmu pengetahuan  di bani Abasiyah. Pada  masa pemerintahan Abu Ja’far  kerajaan  besar  di  selat  Bosporus dapat  di  taklukan  oleh pasukan  Islam dan  Ratu  Irene  sebgai  penguasa  wilayah  itu takluk  dan  membayar   upeti  yang  banyak pada Abu Ja’far  al  Mansur . Ratu  Irene  harus  membayar  mahal  pada  kekalahannya  tersebut. Ratu  harus  menjual  beberapa gereja  hanya  untuk mendapatkan  emas ntuk  bayar  kepada  khalifah Abu Ja’far

Ulama besar Ibnu Tabatiba tentag kehidupan al Mansur adalah,” al  Mansur  seoang raja  yang agung,  tegas  dan  bijaksana, alim, berfikir  cerdas, pemeintahannya  rafi, amat  disegani  oleh  rakyat  dan baik budi  pekertnya, Ibnu Tabatabi mengutip kata-kata Yazid bin Umara bin Hubairah mengenai al Mansur: aku  tidak pernah menjumpai seorang laki-laki dimasa  perang atau  damai  yang  siap siaga, lebih bijak  dan  sadar dari pada  al Mansur”

 2.      Harun Al  Rasyid

Lahir  di kota kecil Raiyi pada tahun 145 H = 767 M. Ibunya seorang hamba  yang  juga  ibundanya al Hadi,  ayahandanya  adalah al Mahdi khalifah ketiga Abasiyah yang memerintah  selama 10  tahun.  Harun adalah  seorang halifah yang  paling  dihormati ,  alim  dan  sangat  di muliakan sepanjang  usia  menjadi khalifah. Pada  waktu melaksanakan  ibadah  haji, beliau  bersembahyang  seratus  rakaat  seiap hari dan  pergi menunaikan  ibadah  haji  dengan  berjalan  kaki. Semua perbuatannya  terutama didalam  bershadaqah  sama  dengan al  Mansur, beliau  sangat  rahim  dan pemurah  behubungan  dengan  harta   benda yang  dimilikinya. Pemerintahan  khalifah  Harun  al Rasyid  adalah puncak  keemasan  bani  Abasiyah. Kota Bagdad  sebagai ibukota  Negara telah mencapai puncak kejayaannya  pada masa  itu.  Bukan  khalifah  saja  yang mendapatkan limpahan harta  kekyaan  dari  kejayaan  itu,  akan  tetapi  semua  pembesar  istanah  sepeti pegawai-pegawai  pemerintah, panglima-panglima  tentara dan  para  pekerja  istanah  lainnya. Di dalam kota  Bagdad di bangun taman-taman kota  yang indah, saluran –saluran  air yang jalan  lancar.

Dizaman Harun al  Rayid itu  juga Baitul  Mal ditugaskan  menanggung narapidana  dengan memberikan setiap  orang makanan  yang  cukup serta  pakaian musim panas dan musim dingin. Khalifah Harun al Rasyid menjadikan program social  tersebut di  atas sebagai tugas dan  tanggung  jawab  Baitu  Mal. Salah  satu  pogram Harun  al  Rasyid  yang  membuat  beliau  terkenal  adalah dengan  mendirikannya, Baitul Hikmah yang  merupakan sebuah instutisi kebdayaan  dan  fikiran  cemerlang pada  zaman  itu. Lembga intitusi kebudayaan terbesar dan terlengkap  ini  menjadi  rujuan  para pelajar  eropa  yang  belajar dari Islam,  kemudian  kembali  ke  eropa mereka  kembangan  menjadi lembaga-lembaga kajian yang menjadi perintis  jalan  menuju masa Renaisance dan  Industialisasi di  eropa abad ke 17.

 3.      Al Makmum

Khaliafah al  Makmum  berkuasa  tahun 198H-218H, dia  dilahirkan dari  seorang ibu hamba sahaya bernama Marajil. Dia di lahirkan  enam bulan lebih  dahulu  dari  saudara sebapak  al  Amin. Sifat –sifat  beliau  yang  sangat  menonjol diantaranya pemaaf, beliau memaafkan peberontak  Fadhli bin ar Rabi’yah yang  telah  menghasut komplotan penjahat menentang  dirinya. Beliau  juga  memaafkan Ibrahim bin  al Mahdi yang  telah  melantik dirinya sebagai khalifah  di  Bagdad pada  waktu  itu khalifah al Mamum sedang  di luar  kota Bagdad. Walaupu  saudara-saudara al Makmum  menghendaki Ibrahi  di  bunuh  akan  tetapi khalifah al Makmum  tetap  berisikera  untk memaafkan  Ibrahim. Khalifah al Makmum termasuk khalifah  yang  memerintah pada saat masa keemasan Abasiyah,  beliau juga  seorang  pencinta  ilmu  dan pemerhati  masalah  social  seperti  bapaknya Harun al Rasyid.

 4.      Al Muktasim

Nama  aslinya  adalah Abu  Ishak Muhammad al Muktahim lahir  tahun 187 H dan memerinah tahun 467 -487 M,  beliau  dibesarkan dalam  suasana  ketentaraan. Pada  masa khalifah  al  Makmum pendahulunya  al Muktshim merupakan tangan kannnya bagi menyelesaikan kesulitan dan memimpn  peperangan. Karena  sikap  keberanian dan  tegas  itulah  maka khalifah al Makmum  kakaknya  melantiknya sebagai putra  mahkota. Al Muktashim menjadi  khalifah  setelah kakaknya  al Makmum  wafat. Al Muktasim memerintah pada  masa Abasiyah  masih mengalami kejayaan  peradaban  ilmu pengetahuan,  beliau  juga  terkenal  sebagai pencnta  ilmu  dan  pengembangan  ilmu pngetahuan. 

 Kebijakan  Khalifah Bani  Abasiyah

Khalifah Abu  Ja’far  al Mansur, khalifah ke dua dari pemerintahan bani Abasiyah menetapkan  tujuh kebijakan pemerintahan Abasiyah sebagai  kontrol pemerintahan. Dan
tujuh  kebijakan  ini telah menjadi  pedoman bagi 9 khalifah  Abasiyah pada  fase pertama dalam menjalankan pmerintahannya, meskipun mereka tidak  melaksanakannya  secara  utuh tujuh  kebijakan  tersebut.  Kebijakan  tersebut  adalah;
1.    Memindahkan  pusat  kekuasaan bani  Abasiyah  dari  Hasyimiyah  ke Bagdad
2.    Kota Bagdad  sebagai pusat  kekuasaan Abasiyah di buka menjadi kota pintu  terbuka   untuk semua peradaban dari berbagai  bangsa masuk. Hal ini dilakuan oleh para khalifah     melihat  pengalaman pola  pengembanga  budaya  dan  ilmu masa  bani Umaiyah  yang     bersifat   arab  oriyented,  akibatnya  adalah  budaya  dan  ilmu pengetahuan menjadi     lambat berkembang.
3.    Ilmu pngetahuan  di  pandang  sabagai suatu  yang  sangat mulia dan  berharga.     Para khalifah  adalah  orang-orang  yang sangat mencintai  ilmu dan membuka  Kesempatan ilmu pengetahuan  seluas-luasnya.
4.    Rakyat  di beri kebeban  berfikir serta  memperoleh  hak asasinya dalam  segala  bidang    Seperti; aqidah, ibadah, filsafat, dan  ilmu pengetahuan.
5.    Para  menteri keturnn  Persia di beri  hak  penuh untuk  menjalankan pemerintahan          Sehingga mereka memegang peranan penting dalam memajuankebudayaan  dan ilmu
6.    Pengetahuan. Berkat  usaha khalifah  Abasiyah  yang  sungguh-sungguh dalam  membangun ekonomi Islam, pemerinthan  islam Abasiyah memiliki perbendaharaan  harta  yang  cukup meLimpah di  baitu maal hasil rampasan  perang  dari kemenngan  perang.   
7.         Dalam pengemngan  ilmu  pengetahuan para  khalifah  banyak yang  mendukug perkembangan ilmu penetahuan,  sehingga  anyak  buku-buku yang  dikarang  oleh ilmuan Dalam  lembga-lembaga ilmu penegtahan  yang  di bangun untuk  memfasilitasi kegiatan masyarakat  dalam  menimbah  ilmu pengetahuan                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    
8.      Masyarakat  dapat  di  bagi  menjadi  dua  kelompok  besar,     yaitu  kelompok  petama , kelompok khalifah, terdiri  dari khalifah  dan  keluarga, para   pembesar  dan pekerja yang  bekerja   di  istanah,  mereka  di  beri  penginapan didalam  wilayah istanah ( daarul khalifah). Kelompok  kedua .yaitu  kelompok  masyarakat  umum yang  terdiri  para guru, ulama, petani, buruh, filosof dan  masyarakat  pada  umumnya. Tujuan dari pembagian menjadi dua kelompok  masyarakat dimaksud agar pembagian tugas menjadi jelas,  bukan  justru  untuk mebuat  gep antara sesame  masyarakat  islam atau antara masyarakat  Islam dengan masyarakat  non Islam,  meskipun  kenyataan dalam masyaraka terjadi dikotomi dalam masyrakat Islam Abasiyah antara para  pemebesar dengan masyarakat  umum terjadi perbedaan kelas masyarakat..
 



















Pertemuan 27 Agustus 2020
Tugas kelas 11C
1. Silsilah dinasti Abasiyah
2. Salin silsilah dinasti Abadiyah d buku tulis kalian lalu kirim k wa sy sbg absensi
3. Selamat belajar




Soal Tryout UAMNUBK MA

 soal aqidah  Soal Try out Aqidah Akhlak UAMNUBK MA